BRMP Papua Resmi Menutup Pelatihan Budidaya Padi Ladang dan Pemanfaatan Pekarangan
Sentani, 17 Desember 2025 – Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua secara resmi menutup kegiatan “Pelatihan Budidaya Padi Ladang dan Pemanfaatan Lahan Pekarangan” yang dilaksanakan selama tiga hari, sejak 15 hingga 17 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara BRMP Papua dan Yayasan Wahana Sarmi Sejahtera, diikuti oleh petani dari Kampung Nankge II dan Kampung Dabe II, Distrik Bonggo, Kabupaten Sarmi.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan pengetahuan petani, khususnya petani Orang Asli Papua (OAP), dalam mengelola lahan pekarangan serta mengembangkan budidaya padi ladang secara berkelanjutan. Selama pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi teknis yang disampaikan langsung oleh para narasumber dari BRMP Papua.
Materi pemanfaatan lahan pekarangan disampaikan oleh Muhammad Nur, S.ST., M.P., dilanjutkan dengan materi pertanian hidroponik oleh Ghalih Priyo Dominanto. Sementara itu, materi pengolahan lahan dan pemilihan varietas padi ladang disampaikan oleh Fransiskus Palobo, S.Sos., S.P., M.Si. Materi lainnya meliputi pupuk dan pemupukan oleh Septi Wulandari, S.P., M.Sc., hama dan penyakit tanaman padi oleh Dr. Ir. Martina Sri Lestari, M.P., serta panen dan pascapanen oleh Siti Raoda Garuda, S.P., M.P.
Selain pembelajaran secara teori, peserta juga dibekali dengan praktik lapangan untuk memperkuat pemahaman materi yang telah diberikan. Berbagai kegiatan praktik dilakukan, antara lain pengolahan lahan, penggunaan mulsa, penerapan irigasi sprinkler, sistem hidroponik, pemupukan, identifikasi serta pengendalian hama dan penyakit tanaman. Peserta juga diperkenalkan dengan pengoperasian alat dan mesin pertanian (Alsintan), seperti traktor dan cultivator.
Direktur Yayasan Wahana Sarmi Sejahtera, Ahmadi, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan pengalaman pertama bagi petani binaannya, khususnya petani Orang Asli Papua.
“Kami sangat bersyukur karena peserta mendapatkan ilmu dan pengalaman langsung dari narasumber BRMP Papua. Harapan kami, ke depan kerjasama dan pendampingan dari BRMP Papua dapat terus berlanjut secara berkesinambungan karena kegiatan seperti ini benar-benar dari kita, oleh kita, dan untuk kita,” ujarnya.
Salah satu peserta pelatihan juga mengungkapkan manfaat besar yang diperoleh dari kegiatan ini. Ia menyebutkan bahwa lahan pekarangan di kampung mereka masih sangat luas dan ke depan akan menghadapi program cetak sawah baru.
“Kami masih membutuhkan banyak pengetahuan tentang budidaya padi. Pelatihan ini menjadi tempat kami belajar dan sekarang kami sudah mulai memahami. Terima kasih kepada seluruh narasumber BRMP Papua atas ilmu dan pengalaman yang telah dibagikan,” ungkapnya.
Pelatihan ini secara resmi ditutup oleh Ketua Tim Layanan Penerapan dan Modernisasi Pertanian BRMP Papua, Edison Ayakeding, S.ST ,M.Si., yang berharap seluruh peserta mampu mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh, baik dalam pemanfaatan pekarangan maupun budidaya padi ladang.
“Melihat semangat belajar para petani yang sangat tinggi, kami berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk pengembangan pertanian di wilayah masing-masing serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan petani,” tutupnya.